Sebagai contohnya, Mari kita bandingkan kedua jenis contoh Embedded Question :
Did you know where he is? (Embedded question dalam kalimat pertnyaan)
Sorry. I don’t know where they are. (Embedded question dalam kalimat pernyataan)
Kalimat where he is dan where they are yang terdapat di dalam kalimat pertama dan kedua itulah yang disebut dengan embedded question.
Kenapa Harus Menggunakan Embedded Question?
Embedded question umumnya dipakai saat seseorang ingin bertanya
secara lebih sopan ataupun juga untuk membicarakan hal-hal yang secara
umum blum diketahui oleh sipembicara itu sendiri.
Struktur Dari Embedded Question
Struktur dari pertanyaan biasa dengan embedded question itu sangat
berbeda. Di dalam embedded question, subjek biasanya hadir setelah
kalimat Tanya dan sebelum kata kerja. Simak contoh dibawah ini untuk
lebih jelasnya.
- Regular Question: Where are they?
- Embedded Question: Do you know where are they?
- Regular Question: Who is it?
- Embedded Question: Could you please tell me who it is?
- Regular Question: What is this?
- Embedded Question: I want to know what this is.
- Regular Question: What are your talking about?
- Embedded Question: I do not know what your talking about are.
- Regular Question: Why did Jono borrow my shoes?
- Embedded Question: I wonder why Jono borrowed my shoes.
Saya meyakini semua contoh kalimat di atas, sudah bisa memberikan
pengertian dan penjelasan yang cukup jelas mengenai perbedaan posisi
kata kerja di dalam embedded question dan kalimat pertanyaan biasa.
Frase Yang Umum Digunakan
Berikut ini adalah beberapa frase yang umum digunakan untuk mengawali embedded question.
Do you know…
Did you remembe
I do not know…
Did you know…
I cannot remember…
Can you tell me…
Could you please tell me…
Please tell me…
I am not sure…
I wonder…
I want to know…
I’m willing to know…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar